Pengenalan 

Al-Muwatta (الموطاء) adalah sebuah kitab yang menggabungkan ilmu hadith dan ilmu fikah. Kitab ini merupakan karya agung yang telah dihasilkan oleh Imam Malik bin Anas RH. Karya ini memiliki banyak keistimewaan kerana kitab ini disusun berpandukan Al-Quran, hadith dan fatwa para sahabat Nabi Muhammad SAW.

 

Nama Lengkap Kitab

Hadith Imam Malik Kitab al Muwatta’ ini adalah merupakan karya terbesar daripada imam Malik di antara sejumlah karyanya yang ada. Kitab ini disusunnya atas anjuran daripada khalifah Abu Ja'far al-Mansur daripada daulah Abbasiyah. Kitab al Muwatta’ ini adalah kitab Hadith yang tertua yang sampai ke tangan umat Islam saat ini. Imam Malik telah berusaha dan bekerja keras dalam penyeleksi hadith-hadith yang dihimpunnya di dalam kitab ini, namun berbagai kekurangan masih ditemukan padanya, baik dalam bidang sanad demikian juga pada matan hadithnya.

Para ulama yang datang sesudahnya, terdorong untuk meneliti ulang kembali hadith-hadith Nahi SAW, baik yang terdapat di dalam kitab al-Muwatta' demikian juga daripada sumber-sumber lainya, sehingga melahirkan kitab-kitab hadith yang lebih terpilih dan jelas status sanadnya. Adapun dipakainya istilah al-Muwatta’ pada kitab Imam Malik ini adalah kerana kitab tersebut diajukan imam Malik kepada tujuh puluh ahli fikh di Madinah dan ternyata mereka seluruhnya mensepakatinya.  Mengenai penamaan kitab al-Muwatta’ adalah berasal daripada Imam Malik sendiri, hanya saja ulama’ berbeza pendapat tentang mengapa kitab tersebut dinamakan al-Muwatta’.

Kemudian munculah beberapa pendapat yang di antaranya adalah;

PertamaSebelum kitab tersebut di sebar luaskan, Imam Malik telah melakukan satu keajaiban dengan membentangkan karyanya tersebut di hadapan 70 ulama’ Fiqh Madinah dan mereka mensepakatinya. Hal ini seperti yang terdapat dalam sebuah riwayat al-Suyuti bahawa, Imam Malik berkata “Aku mengajukan kitabku ini kepada 70 ahli Fiqh Madinah, mereka semua setuju dengan kitabku tersebut, maka Aku namai dengan al-Muwatta’.

Kedua, penamaan kitab al-Muwatta’ tersebut adalah kerana kitab tersebut memudahkan khalayak umat Islam dalam memilih dan menjadi pegangan hidup dalam beragama.

Ketiga, pendapat yang menyatakan bahawa penamaan al-Muwatta’, kerana kitab al-Muwatta’ merupakan perbaikan terhadap kitab-kitab Fiqih sebelumnya. Al Muwaththa’ berarti memudahkan dan membetulkan, maksudnya adalah al Muwaththa’ itu memudahkan bagi penelusuran Hadith dan membetulkan atas berbagai kesalahan yang terjadi, baik pada sisi sanad maupun pada sisi matan.

 

Susunan Kitab

Kitab al-Muwatta’ Imam Malik disusun berdasarkan dan mengikut kriteria kitab yang disusun oleh orang fakih terkenal, iaitu Abd al-Aziz bin Abdullal al Majsyum (w.164 H). Pada awalnya Imam Malik mengkritik kitab tersebut yang hanya berisikan fatwa. Menurut Imam Malik susunan kitab tersebut semestinya di mulai dengan Athar baru kemudian diikuti oleh fatwa, namun akhirnya Imam Malik justeru mengikuti pola penyusunan kitab tersebut. Tujuan daripada penulisan kitab ini adalah memberikan tuntunan dan pedoman tentang hukum dan Hadith, tentang ibadah dan amalan yang sesuai dengan ijma' umat Islam dan sunnah yang berlaku di Madinah. Hal tersebut di atas sering mengakibatkan kesalahpahaman tentang kitab al-Muwatta’ sehingga kitab tersebut dipahami sebagai kitab Fikh.